Jumat, 07 Desember 2012

Jual Lahan di Ciomas Bogor

Assalamualaikum Wr Wb

Rekan-rekan sekalian saya diamanatin sama bapak kontrakan saya namanya Pak Yanto. Nah temen beliau itu  mau ngejual tanah. Saya disuruh bantu ngejualin...
Barangkali ada yang minat kriterianya sbb:
1. lokasinya didaerah batu gede kampung ciomas bogor
2. Luas tanahnya 1880 m2
3. Lahannya datar dan deket dengan sumber mata air yang ada dibawahnya
4. Katanye sih mintanya 350 rebu per m2. Tapi bisa digoyang gitu..
5. Lahanya ada dipinggir jalan raya jadi stategis banget.
Biar kagak penasaran ini foto lahannya....

Rabu, 06 Juni 2012

Mewujudkan sumber daya pesisir yang zero konflik dengan pengelolaan kolaboratif berbasis masyarakat


Oleh : Wahyu Agus SB
Mahasiswa Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan
Fakultas Peternakan
Institut Pertanian Bogor

Pesisir merupakan wilayah peralihan antara daratan dan lautan, sehingga wilayah ini merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan di Indonesia. Adanya adanya garis pantai sepanjang kurang lebih 81.000 km menambah daftar keanekaragaman sumber daya hayati maupun non hayati yang melimpah ruah didalamnya. Mulai dari ekosistem hutan mangrove, terumbu karang, sampai padang lamun yang merupakan komponen hayati di wilayah pesisir sedangkan komponen non hayati meliputi : bahan-bahan tambang, mineral, hingga industri pariwisata. Tidak mengherankan munculah berbagai tokoh-tokoh yang mulai menjamur disekitar wilayah tersebut. Kehadiran tokoh-tokoh yang notebene terdiri dari kalangan masyarakat setempat, pengusaha pariwisata, pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga LSM ikut andil dalam kegiatan pengolahan sumber daya alam diwilayah pesisir. 

Masing-masing pihak mempunyai kepentingan sendiri-sendiri dalam mengakses sumber daya alam. Masyarakat pesisir mencari ikan sebagai mata pencaharian mereka sehari-hari, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mempunyai kekuasaaan memberikan aturan berupa perundang-undangan untuk mengatur tata kelola sumber daya pesisir tersebut, lembaga swadaya masyarakat (LSM) bergerak mendampingi masyarakat dalam melakukan pembinaaan terhadap pengelolaan sumber daya alam, sedangkan kehadiran pengusaha pariwisata memberikan dampak pemanfaatan wilayah pesisir  menjadi arena untuk kegiatan diving, snorkeling,  pembangunan hotel sebagai tempat penginapan turis lokal maupun mancanegara, dan masih banyak lagi. Dengan berbagai kepentingan itulah sering terjadi konflik antara stakeholder. Masih terbanyang dengan jelas sekitar bulan januari 2012 terjadi konflik trawl yaitu penggunaan alat tangkap trawl atau pukat hela yang mengancam kehidupan nelayan Ambai didaerah Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara. Menurut Keputusan Presiden Nomor 39 tahun 1980 tentang penghapusan jaring trawl. Tetapi pada kenyataannya aturan tersebut hanya sebatas kebijakan semata, tidak adanya sanksi tegas pada mereka-mereka yang telah melanggar hukum menjadikan masih bayak para pelaku tindakan eksploitasi sumber daya alam khususnya perairan yang meraja lela. Lalu bagaimanakah seharusnya penanganan konflik tersebut diantisipasi dan diminimalisir sekecil mungkin bahkan menjadi zero konflik khususnya diwilayah-wilyah yang mempunyai sumber daya alam yang tak terbatas seperti wilayah pesisir...?
Merupakan suatu tanda tanda tanya besar dimana konflik adalah suatu kenyataan hidup yang sering tidak terhindarkan. Secara umum konflik terjadi ketika tujuan masyarakat tidak sejalan dengan apa yang mereka harapkan. Konflik timbul karena ketidakseimbangan antara hubungan dalam masyarakat contohnya kesenjangan status sosial, kurang meratanya kemakmuran dan akses yang tidak seimbang terhadap sumberdaya, serta kekuasaan yang tidak seimbang yang kemudian menimbulkan masalah-masalah seperti diskriminasi, pengangguran, kemiskinan, penindasan dan kejahatan. Meninjau ulang kehidupan masyarakat dimana suatu kelompok masyarakat tertentu yang mendiami suatu tempat yang sehari-hari mereka berinteraksi dengannya, mengambil manfaat darinya, bahkan sebelum negara berdiripun mereka sudah mendiami wilayah tersebut (pesisir). Melalui suatu budaya yang diwariskan oleh leluhur yang dinamakan dengan kearifan lokal. Masyarakat adat tersebut telah mampu mengolah sumber daya alam. Sudah banyak studi yang menunjukkan bahwa masyarakat adat di Indonesia secara tradisional telah berhasil menjaga dan memperkaya keanekaan hayati alami. Sebagai contoh komunitas adat Toro yang berada di  Kecamatan Kulawi, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Dengan kearifan lokalnya masyarakat Ngata Toro mampu membagi-bagi tata ruang pengelolaan sumber daya hutan mereka menjadi 6 (enam) sub bagian, yaitu polidaa, pongata, oma, pangale, wana, dan wana ngkiki. Polidaa merupakan area dimana hanya boleh digunakan kegiatan bersawah dan berkebun, pongata digunakan untuk tempat pemukiman, oma merupakan kawasan hutan sekunder yang telah dibuka 15 tahun yang lalu dan boleh dibuka untuk kegiatan pemukiman, pangale adalah hutan sekunder yang dibuka lebih dari 25 tahun lalu dan boleh dibuka sesuai dengan ijin adat, sementara untuk wana dan wana ngkiki masing–masing merupakan kawasan habitat satwa, perlindungan tata air dan hutan primer yang tidak boleh dibuka.
Di berbagai komunitas adat di Kepulauan Maluku dan sebagian besar di Irian Jaya bagian utara dijumpai sistem-sistem pengaturan alokasi (tata guna) dan pengelolaan terpadu ekosistem daratan dan laut yang khas setempat, lengkap dengan pranata (kelembagaan) adat yang menjamin sistem-sistem lokal ini bekerja secara efektif. Sampai saat ini hanya sebagian yang sangat kecil saja yang dikenal dunia ilmu pengetahuan modern tentang sistem-sistem lokal ini. Contoh di antaranya adalah pranata adat sasi yang ditemukan disebagian besar Maluku yang mengatur keberlanjutan pemanfaatan atas suatu kawasan dan jenis-jenis hayati tertentu. Contoh lainnya yang sudah banyak dikenal adalah perladangan berotasi komunitas-komunitas adat “Orang Dayak” di Kalimantan berhasil mengatasi permasalahan lahan yang tidak subur.

Sebagai bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai komunitas masyarakat adat yang mempunyai budaya adat masing-masing. Tentunya harus patuh dan taat terhadap aturan-aturan lokal terlebih mengenai pemanfaatan sumbr daya alam terutama wilayah pesisir. Dalam kasus diwilayah perairan atau pesisir, nampaknya harus meniru pengkavlingan laut yang dilakukan di perairan Jepang. Permasalahannya adalah sama yaitu adanya konflik nelayan lokal dengan nelayan asing yang merasa terusik dengan hadirnya kapal-kapal besar yang mengancam kehidupan ekonomi meraka. Sehingga pemerintah Jepang mulai membuat regulasi untuk mengatur kegiatan penangkapan ikan yaitu wilayah pesisir yang hanya boleh dimanfaatkan oleh nelayan lokal dan wilayah laut dimana nelayan-nelayan asing bebas menangkap ikan disana tanpa harus mendaratkan kapalnya diwilayah pesisir yang merupakan hak bagi nelayan lokal. Dengan adanya peraturan ini masyarakat merasa terlindungi sehingga mereka dapat menikmati kekayaan alamnya sendiri dari nelayan asing. Akankah regulasi seperti ini mampu diterapkan di Indonesia…? Ternyata hal serupa sudah diterapkan, sebagai contoh adalah nelayan pantura (Tegal dan Pekalongan) yang ternyata membuahkan konflik dengan nelayan Masalembo akibat muncul penolakan dengan bentuk pengkavlingan laut.

Nampaknya memang harus ditinjau dari berbagai aspek seperti hak atas nelayan Indonesia terhadap perairan mereka, kondisi makro-struktural, pengaruh politik, dan kehadiran koprasi nelayan disekitar pantai yang berpengaruh sangat besar bagi berlangsungnya kehidupan perekomonian nelayan lokal. Belajar dari studi kasus diatas serta yang paling penting adanya kearifan lokal masyarakat adat yang harus tetap dipegang teguh bahkan pemerintah wajib mendukung karifan lokal tersebut. Bagaimana seharusnya nelayan menangakap ikan, alat apa saja yang boleh digunakan, kapan waktu yang tepat untuk berlayar dan menangkap ikan, ikan apa saja yang boleh dan tidak boleh ditangkap, bagaimana seharusnya apabila nelayan asing ingin menangkap ikan didaerah meraka, semuanya terangkum dalam aturan-aturan adat. peraturan-peraturan adat inilah yang nampaknya mulai pudar dan kerap diacuhkan oleh sejumlah pihak sehingga menimbulkan konflik.

Hal yang menjadi dasar dalam managemen konflik di Indonesia adalah pertama, batas wilayah harus jelas dimana masing-masing wilayah harus mempunyai kejelasan pemilik sumber daya alam baik itu perorangan, komunitas, maupun pemerintah. Kedua, kejelasan peraturan dalam pengelolaan sumber daya alam yang tidak memihak kepada salah satu pihak, tidak bersifat mengeksploitasi, dan keberlanjutan. Termasuk didalamnya hukum-hukum adat yang harus ditegakan bahkan pemerintah wajib ikut dalam menegakan hukum adat tersebut. Tidak usah jauh-jauh mengambil contoh dari nelayan-nelayan asing yang ikut mengambil kekayaan sumber daya perairan di Indonesia, dalam negri sendiri terdapat banyak sekali kasus konflik antara sesama warga Negara Indonesia. Bagaimana dapat menangani konflik dengan negara asing apabila sesama di negara sendiri saja tidak sanggup untuk menyelesaikan konflik. Ketiga, berlakunya sanksi untuk mengatur setiap tindak kriminalitas terhadap eksploitasi sumber daya alam. Seperti kasus yang telah disebutkan diatas tentang terancamnya kehidupan ekonomi nelayan Ambai didaerah Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara akibat penggunaan jaring trawl oleh sejumlah pihak akibat tidak berlakunya aturan dan kurang sigapnya aparat pemerintah dalam menangani masalah konflik sehingga berujung pada tragedi berdarah. Keempat, perkuat kelembagaan, pada studi kasus pengelolaan sumber daya pesisir di Jepang kehadiran koprasi yang berfungsi sebagai salah satu meditor dalam pengelolaan sumber daya pesisir dimana segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan penangkapan ikan dari mulai teknologi yang digunakan untuk menangkap ikan, dana untuk kegiatan melaut, dsb telah ditetapkan dan dibantu secara langsung melalui suatu kredit sehingga dapat meringankan beban nelayan kecil. Perlu ditekankan bahwa permasalahan pengelolaan kolaboratif sumber daya pesisir ini haruslah masyarakat (nelayan lokal) yang notebene merupakan komunitas terbesar menjadi objek bagi pengelolaan sumber daya tersebut. Sesuai dengan bunyi kalimat terakhir undang-undang dasar 1945 pasal 33 ayat 1 yang menyatakan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.


Dengan penerapan keempat hal tersebut pada pengelolaan sumber daya pesisir yang sangat kaya sumber daya hayati maupun non hayati maka tidak menutup kemungkinan zero konflikpun akan dapat diwujudkan.

Jumat, 25 Mei 2012

Upaya Penanganan Sampah di Asrama TPB-IPB

Latar Belakang



Sampah merupakan suatu hal yang umum sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang banyak sekali terjadi penimbunan sampah dimana-mana, mulai dari rumah kita sendiri, sekolah, sekitar tempat ibadah maupun tempat-tempat umum seperti pasar, pinggir-pinggir jalan, lingkungan kampus, dan lain sebagainya termasuk lingkungan asrama TPB-IPB yang notebene menjadi tempat tinggal mahasiswa angkatan pertama IPB. Berbagai cara telah dilakukan oleh beberapa orang untuk menanggulangi masalah sampah tersebut mulai dari pembuatan tempat sampah dengan pemberian label untuk memisahkan sampah organik dan anorganik, kegiatan sosialisasi tentang bahaya dan dampak pembuangan sampah sembarangan, penempelan stiker agar membuah sampah pada tempat yang telah disediakan dan lain-lain. Namun pada kenyataannya hal tersebut tidaklah cukup efektif untuk menanggulangi masalah penumpukan sampah.
Apabila kita telaan lebih jauh, permasalahan sampah ini dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan. Mulai dari pencemaran udara yang membuat rasa tidak nyaman akibat adanya bau yang tidak sedap, munculnya berbagai penyakit yang diakibatkan adanya sarang bagi hama-hama penyakit, hingga dampak yang lebih luas terjadinya banjir akibat kebiasaan orang yang membuah sampah disekitar arus sungai yang membuat terhambatnya aliran air sungai, dan masih banyak lagi akibat lainnya yang ditimbulkan dari permasalahan sampah tersebut.
Namun disisi lain masih kita jumpai banyak orang-orang yang kreatif dalam upaya penanganan sampah ini. Persepsi orang yang menganggap bahwa sampah dinilai sebagai barang yang menjijikan, jorok, dan bau. Tidaklah demikian bagi orang-orang kreatif ini, sampah dinilai sebagai sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi. Melalui kegiatan daur ulang, sampah organik bisa dijual untuk dijadikan kompos bagi para pelaku usaha pertanian disawah maupun pekarangan. Sedangkan sampah anorganik bisa dibuat mainan seperti kincir yang terbuat dari plastik, pernak-pernik, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, kami mencoba menyoroti permasalahan sampah dan upanya penanganannya di asrama TPB-IPB.  

Uraian dan Pembahasan
          Asrama TPB-IPB merupakan tempat penginapan yang sengaja dibangun bagi para mahasiswa-mahasiswi IPB angkatan pertama. Setiap pergantian tahun ajaran baru mahasiswa-mahasiswa yang masuk dapat mencapai ribuan orang sehingga kapasitas asramanya pun haru sesuai dengan jumlah mahasiswa yang datang tersebut. Tak heran untuk tahun ajaran 2011/2012 IPB terpaksa menambah jumlah asrama yang akan digunakan sebagai tempat tinggal mahasiswa tersebut. Dahulu hanya ada asrama putra (C1, C2, dan C3) dan asrama putri putri (A1, A2, A3, dan rusunawa), dimanana setiap gedung rata-rata terdapat 10 lorong tergantung gedung asrama tersebut, 1 lorong dengan jumlah penghuni sebanyak 50 orang bahkan antar penghuni 1 gedung dengan jumlah mahasiswa sebanyak 500 - 600 orang. Pada tahun ini asrama yang digunakan adalah asrama putri (A1, A2, A3, A4, A5 Sylva) dan asrama putra (C1, C2, C3, dan C4 Sylva). Sehingga terjadi penambahan jumlah gedung dan mahasiswa TPB yang berdampak secara tidak langsung pada jumlah sampah yang dihasilkan dari aktivitas makan dan minum mereka setiap harinya.
   Kehidupan asrama memang identik dengan kegiatan yang banyak dilakukan secara bersama-sama terlebih kegiatan yang dilakukan seperti makan bareng dilorong atau dilapangan sehingga menimbulkan dampak berupa sisa-sisa plastik atau penumpukan sampah yang harus segera ditanggulangi. Salah satu upaya yang sudah dilakukan dalam penanganan sampah di asrama yaitu dengan pengadaan keranjang-keranjang sampah dari plastik pada setiap kamar, penempatan tong-tong sampah disetiap sudut-sudut lorong, hingga pembuatan tempat sampah didepan setiap gedung asrama ataupun kegiatan-kegiatan lainnya yang dilakukan secara kolektif. Namun hal tersebut masih kurang efektif dalam penanganan sampah di asrama.
Jika menyoroti berbagai aktivitas yang banyak dilakukan oleh para mahasiswa mulai dari yang paling kecil hingga kegiatan-kegiatan akbar seperti acara makan bersama dan lain sebagainya. Maka sebagai upaya dalam penanganan  sampah di asrama TPB harus diimplementasikan mulai dari aktivitas yang paling sederhana  misalnya MCK yang dilakukan di toilet hingga kegiatan jajan yang bungkusnya dibuang disembarang tempat. Oleh karena itu perlunya juga dibuatkan tempat sampah disetiap toilet untuk meminimalisir bekas-bekas bungkusan sabun mandi atau sabun cuci dikamar mandi sehingga menimbulkan tidak tersumbatnya sistem drainase disetiap kamar mandi. Selain itu juga ukuran tempat sampah disekitar halaman asrama kurang besar sehingga terjadi penumpukan sampah yang apabila telah mencapai kapasitas maksimum maka sampah tersebut akan tercecer kelantai, yang menyebabkan pemandangan yang kurang enak dilihat dan secara cepat dapat mengundang datangnya lalat atau hama penyakit lainnya.
Selain dengan pengadaan tempat-tempat sampah, kiranya perlu juga diadakan kegiatan yang dapat merangsang minat mahasiswa dan mempunyai nilai lebih dalam upaya penanggulangan sampah di  asrama TPB. Misalnya dengan kegiatan daur ulang sampah organik dan anorganik menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi. Dalam hal ini perlunya suatu sistem yang solid bagaimana produk tersebut dijual, pasar yang dituju, dan hal-hal lain yang perlu banyak direalisasikan agar kegiatan ini tidak sekedar mentok pada akhirnya saja, tetapi juga akan berlanjut secara kontinyu. Selain itu juga disamping bisa mengurangi jumlah penimbunan sampah diharapkan juga dapat mendatangkan nilai ekonomi bagi para mahasiswa yang ingin terjun dibidang wirausaha khususnya mahasiswa yang kurang mampu dalam segi ekonomi. Diharapkan dengan kegiatan tersebut mahasiswa mempunyai inisiatif sendiri bagaimana cara mengumpulkan sampah tidak hanya di asrama tetapi juga di tempat-tempat lain disekitar kampus atau bahkan sampai luar kampus IPB Darmaga.

Jumat, 13 April 2012

Cara dan Rumus Meramal Nasib di Masa yang Akan Datang

Banyak orang yang merasa penasaran ingin mengetahui nasibnya di kemudian hari. Sebetulnya Anda bisa meramal nasib tanpa harus mendatangi para peramal nasib.  Anda bisa menerawang kejadian di masa-masa yang akan datang tanpa harus membaca zodiak, primbon, kartu ramal, menatap air bertabur kembang, bola kaca, atau menghitung kancing. Bukannya mendapat kepastian justru Anda malah semakin bingung. Semakin gelap. hahaha....
Begini kawan...

Rumus Meramal Nasib
Tanpa harus datang ke peramal, Anda sendiri sebetulnya mampu melihat nasib Anda di masa yang akan datang. Anda bisa melihat nasib Anda pada diri Anda sendiri dengan sebuah rumus. Inilah bagaimana cara dan rumus meramal nasib dimasa yang akan datang :


PIKIRAN DAN PERASAAN ANDA SAAT INI (menghasilkan) UCAPAN ANDA (menghasilkan) TINDAKAN ANDA (menghasilkan) KEBIASAAN ANDA (menghasilkan) KARAKTER ANDA (menghasilkan) NASIB ANDA.
Dari rumus di atas jelas sudah bahwa nasib Anda ditentukan oleh pikiran dan perasaan Anda saat ini. Apa yang Anda pikirkan saat ini? Bagaimana perasaan Anda saat ini? Itulah nasib Anda satu, dua, tiga tahun yang akan datang. Jadi hati-hatilah dengan pikiran dan perasaan Anda. Jika saat ini pikiran dan perasaan Anda positif maka nasib Anda juga akan baik.  Jika saat ini pikiran dan perasaan Anda negatif maka nasib Anda juga akan jelek.

Pikiran baik = Nasib Baik. Pikiran Besar = Nasib Besar

Dulu, di Jakarta ada seorang anak SD yang bercita-cita jadi presiden. Kalau melihat kondisinya kita pasti berpikiran itu cuma omong kosong. Ngimpi!!! Dia hanya seorang anak kecil, berbadan hitam dan berteman seekor monyet. Tapi tahukah Anda, sekarang anak kecil itu menjelma menjadi sosok Presiden Barrack Obama?
Itulah impian. Masih banyak orang yang menertawakan impian orang lain. Bahkan yang paling parah menertawakan impiannya sendiri. Sekarang Anda sudah tahu kan rumus meramal nasib? Masih mau menertawakan impian Anda?
Jika Anda saat ini BERPIKIR Anda bisa menjadi orang sukses, maka Anda harus PERCAYA. Lalu RASAKAN seolah-olah Anda sudah sukses. Rasakan bagaimana bangganya memiliki mobil impian. Jangan menertawakan impian dan pikiran-pikiran positif Anda.  Your are what you think, you are what you feel.

Lalu beranilah untuk menceritakan ke orang lain. UCAPKAN, “saya ingin sukses dan kaya raya. Nanti saya ingi membeli dan memiliki mobil Bugati Feyron warna biru.” Anda tidak perlu menghiraukan orang-orang yang mungkin menertawakan Anda. Cuek saja.  Ucapkan di hadapan Tuhan keinginan-keinginan Anda. Hanya Dia yang tidak pernah tega menertawakan impian Anda, doa Anda. Dengan kasih sayangnya Dia akan mewujudkan impian Anda. Dengan syarat, Anda harus bekerja sama dengan berani mengambil TINDAKAN.

Beranilah mengambil TINDAKAN. Percayalah Allah akan memberi jalan. Ambillah peluang-peluang bisnis dan jalan menuju kesuksesan Anda.  Untuk meraih kesuksesan Anda, ada banyak hal yang harus Anda lakukan.  Anda harus berani bertindak melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan. Bertindaklah dengan gembira, antusias, dan ikhlas. Pada awalnya Anda pasti tidak nyaman dan mungkin menyakitkan. Tapi percayalah Anda akan terbiasa melakukannya. Perlahan itu akan menjadi KEBIASAAN.

Dalam meraih kesuksesan, hukumnya : ANDA PASTI AKAN MELALUI DAN MENGALAMI KEGAGALAN. Kalau sudah jatuh Anda harus ngapaiiinnn? Anak kecil saja sudah tahu jawabannya. BANGUN LAGI DONG OM! Gitu aja mewek. Cemen! Lan-jut-kan!!!

Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan Anda. Temui orang-orang yang Anda butuhkan. Belajarlah. Jangan sakit hati dengan hinaan orang. Berbesar hati menghadapi tamparan dan nasihat. Bukalah buku. Hadiri pertemuan atau seminar yang Anda butuhkan. Bergabunglah di forum. Jangan menyendiri di kamar meratapi nasib.

Kegagalan, musibah, resiko, dan kesulitan akan membentuk Anda memiliki KARAKTER dan PRIBADI sukses. Karakter sukses harus lebih dulu dibentuk dari pada sukses itu sendiri. Pribadi 10 Milyar yang baik lebih penting dari pada uang 10 Milyarnya. Tidak ada sukses instan.
NASIB menjadi orang sukses pasti Anda capai. 10 Milyar ada di tangan Anda. Bugati Veyron ada di garasi Anda. Masih tidak percaya? Lihat lagi rumus di atas!
Pikiran Jelek = Nasib Jelek
Coba perhatikan ini :
  • Pernahkah Anda menemui orang yang selalu berpikir jelek?
  • Pernahkah Anda menemui orang yang mukanya jutek, muram, atau selalu beraura jelek?
  • Punya teman yang selalu mengeluh?
  • Punya bos yang selalu bertindak kurang ajar dan curang?
  • Punya tetangga yang punya kebiasaan menyebalkan?
  • Bagaimana karakter mereka sekarang?
  • Bagaimana nasib mereka dulu dan sekarang?
Nasib kita, Anda, dan semua orang ditentukan oleh pikiran-pikiran hari ini, kemarin, 1 tahun, atau 5 tahun kemarin. Ayu Ting Ting jadi penyanyi, karena beberapa waktu yang lalu dia berpikir ingin menjadi penyanyi terkenal. Anda yang saat ini sudah menikah, karena beberapa bulan kemarin sudah berani berpikir ingin menikah dan merasakan indahnya pernikahan.
Itulah cara dan rumus meramal nasib di masa yang akan. Bukankah Tuhan selalu mengikuti prasangka hamba-Nya? Tuhan selalu punya maksud baik kepada kita, sepahit apa pun kejadian yang sedang menimpa diri kita. Sebab Dia Maha Kasih dan Maha Sayang. Masihkah percaya dengan ramalan-ramalan nasib itu, sementara Anda tidak pernah percaya dengan diri Anda sendiri? Lalu, apa yang Anda pikirkan dan rasakan saat ini tentang masa depan?