Jumat, 25 Mei 2012

Upaya Penanganan Sampah di Asrama TPB-IPB

Latar Belakang



Sampah merupakan suatu hal yang umum sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang banyak sekali terjadi penimbunan sampah dimana-mana, mulai dari rumah kita sendiri, sekolah, sekitar tempat ibadah maupun tempat-tempat umum seperti pasar, pinggir-pinggir jalan, lingkungan kampus, dan lain sebagainya termasuk lingkungan asrama TPB-IPB yang notebene menjadi tempat tinggal mahasiswa angkatan pertama IPB. Berbagai cara telah dilakukan oleh beberapa orang untuk menanggulangi masalah sampah tersebut mulai dari pembuatan tempat sampah dengan pemberian label untuk memisahkan sampah organik dan anorganik, kegiatan sosialisasi tentang bahaya dan dampak pembuangan sampah sembarangan, penempelan stiker agar membuah sampah pada tempat yang telah disediakan dan lain-lain. Namun pada kenyataannya hal tersebut tidaklah cukup efektif untuk menanggulangi masalah penumpukan sampah.
Apabila kita telaan lebih jauh, permasalahan sampah ini dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan. Mulai dari pencemaran udara yang membuat rasa tidak nyaman akibat adanya bau yang tidak sedap, munculnya berbagai penyakit yang diakibatkan adanya sarang bagi hama-hama penyakit, hingga dampak yang lebih luas terjadinya banjir akibat kebiasaan orang yang membuah sampah disekitar arus sungai yang membuat terhambatnya aliran air sungai, dan masih banyak lagi akibat lainnya yang ditimbulkan dari permasalahan sampah tersebut.
Namun disisi lain masih kita jumpai banyak orang-orang yang kreatif dalam upaya penanganan sampah ini. Persepsi orang yang menganggap bahwa sampah dinilai sebagai barang yang menjijikan, jorok, dan bau. Tidaklah demikian bagi orang-orang kreatif ini, sampah dinilai sebagai sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi. Melalui kegiatan daur ulang, sampah organik bisa dijual untuk dijadikan kompos bagi para pelaku usaha pertanian disawah maupun pekarangan. Sedangkan sampah anorganik bisa dibuat mainan seperti kincir yang terbuat dari plastik, pernak-pernik, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, kami mencoba menyoroti permasalahan sampah dan upanya penanganannya di asrama TPB-IPB.  

Uraian dan Pembahasan
          Asrama TPB-IPB merupakan tempat penginapan yang sengaja dibangun bagi para mahasiswa-mahasiswi IPB angkatan pertama. Setiap pergantian tahun ajaran baru mahasiswa-mahasiswa yang masuk dapat mencapai ribuan orang sehingga kapasitas asramanya pun haru sesuai dengan jumlah mahasiswa yang datang tersebut. Tak heran untuk tahun ajaran 2011/2012 IPB terpaksa menambah jumlah asrama yang akan digunakan sebagai tempat tinggal mahasiswa tersebut. Dahulu hanya ada asrama putra (C1, C2, dan C3) dan asrama putri putri (A1, A2, A3, dan rusunawa), dimanana setiap gedung rata-rata terdapat 10 lorong tergantung gedung asrama tersebut, 1 lorong dengan jumlah penghuni sebanyak 50 orang bahkan antar penghuni 1 gedung dengan jumlah mahasiswa sebanyak 500 - 600 orang. Pada tahun ini asrama yang digunakan adalah asrama putri (A1, A2, A3, A4, A5 Sylva) dan asrama putra (C1, C2, C3, dan C4 Sylva). Sehingga terjadi penambahan jumlah gedung dan mahasiswa TPB yang berdampak secara tidak langsung pada jumlah sampah yang dihasilkan dari aktivitas makan dan minum mereka setiap harinya.
   Kehidupan asrama memang identik dengan kegiatan yang banyak dilakukan secara bersama-sama terlebih kegiatan yang dilakukan seperti makan bareng dilorong atau dilapangan sehingga menimbulkan dampak berupa sisa-sisa plastik atau penumpukan sampah yang harus segera ditanggulangi. Salah satu upaya yang sudah dilakukan dalam penanganan sampah di asrama yaitu dengan pengadaan keranjang-keranjang sampah dari plastik pada setiap kamar, penempatan tong-tong sampah disetiap sudut-sudut lorong, hingga pembuatan tempat sampah didepan setiap gedung asrama ataupun kegiatan-kegiatan lainnya yang dilakukan secara kolektif. Namun hal tersebut masih kurang efektif dalam penanganan sampah di asrama.
Jika menyoroti berbagai aktivitas yang banyak dilakukan oleh para mahasiswa mulai dari yang paling kecil hingga kegiatan-kegiatan akbar seperti acara makan bersama dan lain sebagainya. Maka sebagai upaya dalam penanganan  sampah di asrama TPB harus diimplementasikan mulai dari aktivitas yang paling sederhana  misalnya MCK yang dilakukan di toilet hingga kegiatan jajan yang bungkusnya dibuang disembarang tempat. Oleh karena itu perlunya juga dibuatkan tempat sampah disetiap toilet untuk meminimalisir bekas-bekas bungkusan sabun mandi atau sabun cuci dikamar mandi sehingga menimbulkan tidak tersumbatnya sistem drainase disetiap kamar mandi. Selain itu juga ukuran tempat sampah disekitar halaman asrama kurang besar sehingga terjadi penumpukan sampah yang apabila telah mencapai kapasitas maksimum maka sampah tersebut akan tercecer kelantai, yang menyebabkan pemandangan yang kurang enak dilihat dan secara cepat dapat mengundang datangnya lalat atau hama penyakit lainnya.
Selain dengan pengadaan tempat-tempat sampah, kiranya perlu juga diadakan kegiatan yang dapat merangsang minat mahasiswa dan mempunyai nilai lebih dalam upaya penanggulangan sampah di  asrama TPB. Misalnya dengan kegiatan daur ulang sampah organik dan anorganik menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi. Dalam hal ini perlunya suatu sistem yang solid bagaimana produk tersebut dijual, pasar yang dituju, dan hal-hal lain yang perlu banyak direalisasikan agar kegiatan ini tidak sekedar mentok pada akhirnya saja, tetapi juga akan berlanjut secara kontinyu. Selain itu juga disamping bisa mengurangi jumlah penimbunan sampah diharapkan juga dapat mendatangkan nilai ekonomi bagi para mahasiswa yang ingin terjun dibidang wirausaha khususnya mahasiswa yang kurang mampu dalam segi ekonomi. Diharapkan dengan kegiatan tersebut mahasiswa mempunyai inisiatif sendiri bagaimana cara mengumpulkan sampah tidak hanya di asrama tetapi juga di tempat-tempat lain disekitar kampus atau bahkan sampai luar kampus IPB Darmaga.