Sampah merupakan suatu hal yang
umum sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang banyak
sekali terjadi penimbunan sampah dimana-mana, mulai dari rumah kita sendiri,
sekolah, sekitar tempat ibadah maupun tempat-tempat umum seperti pasar,
pinggir-pinggir jalan, lingkungan kampus, dan lain sebagainya termasuk
lingkungan asrama TPB-IPB yang notebene
menjadi tempat tinggal mahasiswa angkatan pertama IPB. Berbagai cara telah
dilakukan oleh beberapa orang untuk menanggulangi masalah sampah tersebut mulai
dari pembuatan tempat sampah dengan pemberian label untuk memisahkan sampah
organik dan anorganik, kegiatan sosialisasi tentang bahaya dan dampak
pembuangan sampah sembarangan, penempelan stiker agar membuah sampah pada
tempat yang telah disediakan dan lain-lain. Namun pada kenyataannya hal
tersebut tidaklah cukup efektif untuk menanggulangi masalah penumpukan sampah.
Apabila kita telaan lebih jauh,
permasalahan sampah ini dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan.
Mulai dari pencemaran udara yang membuat rasa tidak nyaman akibat adanya bau
yang tidak sedap, munculnya berbagai penyakit yang diakibatkan adanya sarang
bagi hama-hama penyakit, hingga dampak yang lebih luas terjadinya banjir akibat
kebiasaan orang yang membuah sampah disekitar arus sungai yang membuat
terhambatnya aliran air sungai, dan masih banyak lagi akibat lainnya yang
ditimbulkan dari permasalahan sampah tersebut.
Namun disisi lain masih kita
jumpai banyak orang-orang yang kreatif dalam upaya penanganan sampah ini.
Persepsi orang yang menganggap bahwa sampah dinilai sebagai barang yang
menjijikan, jorok, dan bau. Tidaklah demikian bagi orang-orang kreatif ini, sampah
dinilai sebagai sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi. Melalui kegiatan daur
ulang, sampah organik bisa dijual untuk dijadikan kompos bagi para pelaku usaha
pertanian disawah maupun pekarangan. Sedangkan sampah anorganik bisa dibuat
mainan seperti kincir yang terbuat dari plastik, pernak-pernik, dan lain
sebagainya. Dalam hal ini, kami mencoba menyoroti permasalahan sampah dan
upanya penanganannya di asrama TPB-IPB.
Uraian
dan Pembahasan
Asrama TPB-IPB merupakan tempat penginapan yang sengaja
dibangun bagi para mahasiswa-mahasiswi IPB angkatan pertama. Setiap pergantian
tahun ajaran baru mahasiswa-mahasiswa yang masuk dapat mencapai ribuan orang sehingga
kapasitas asramanya pun haru sesuai dengan jumlah mahasiswa yang datang
tersebut. Tak heran untuk tahun ajaran 2011/2012 IPB terpaksa menambah jumlah
asrama yang akan digunakan sebagai tempat tinggal mahasiswa tersebut. Dahulu
hanya ada asrama putra (C1, C2, dan C3) dan asrama putri putri (A1, A2, A3, dan rusunawa), dimanana setiap gedung rata-rata terdapat 10 lorong tergantung gedung
asrama tersebut, 1 lorong dengan jumlah penghuni sebanyak
50 orang bahkan antar penghuni 1 gedung dengan jumlah mahasiswa sebanyak 500 -
600 orang. Pada tahun ini
asrama yang digunakan adalah asrama putri (A1, A2, A3, A4,
A5 Sylva)
dan asrama putra (C1, C2, C3, dan C4 Sylva). Sehingga terjadi penambahan
jumlah gedung dan mahasiswa TPB yang berdampak secara tidak langsung pada
jumlah sampah yang dihasilkan dari aktivitas makan dan minum mereka setiap
harinya.
Kehidupan asrama memang
identik dengan kegiatan yang banyak dilakukan secara bersama-sama terlebih
kegiatan yang dilakukan seperti makan bareng dilorong atau dilapangan sehingga
menimbulkan dampak berupa sisa-sisa plastik atau penumpukan sampah yang harus
segera ditanggulangi. Salah satu upaya yang sudah dilakukan dalam penanganan
sampah di asrama yaitu dengan pengadaan keranjang-keranjang sampah dari plastik
pada setiap kamar, penempatan tong-tong sampah disetiap sudut-sudut lorong,
hingga pembuatan tempat sampah didepan setiap gedung asrama ataupun
kegiatan-kegiatan lainnya yang dilakukan secara kolektif. Namun hal tersebut
masih kurang efektif dalam penanganan sampah di asrama.
Jika menyoroti berbagai aktivitas yang banyak
dilakukan oleh para mahasiswa mulai dari yang paling kecil hingga
kegiatan-kegiatan akbar seperti acara makan bersama dan lain sebagainya. Maka
sebagai upaya dalam penanganan sampah di
asrama TPB harus diimplementasikan mulai dari aktivitas yang paling
sederhana misalnya MCK yang dilakukan di
toilet hingga kegiatan jajan yang bungkusnya dibuang disembarang tempat. Oleh karena
itu perlunya juga dibuatkan tempat sampah disetiap toilet untuk meminimalisir
bekas-bekas bungkusan sabun mandi atau sabun cuci dikamar mandi sehingga menimbulkan
tidak tersumbatnya sistem drainase disetiap kamar mandi. Selain itu juga ukuran
tempat sampah disekitar halaman asrama kurang besar sehingga terjadi penumpukan
sampah yang apabila telah mencapai kapasitas maksimum maka sampah tersebut akan
tercecer kelantai, yang menyebabkan pemandangan yang kurang enak dilihat dan
secara cepat dapat mengundang datangnya lalat atau hama penyakit lainnya.
Selain dengan pengadaan tempat-tempat sampah,
kiranya perlu juga diadakan kegiatan yang dapat merangsang minat mahasiswa dan
mempunyai nilai lebih dalam upaya penanggulangan sampah di asrama TPB. Misalnya dengan kegiatan daur
ulang sampah organik dan anorganik menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi.
Dalam hal ini perlunya suatu sistem yang solid bagaimana produk tersebut
dijual, pasar yang dituju, dan hal-hal lain yang perlu banyak direalisasikan
agar kegiatan ini tidak sekedar mentok pada akhirnya saja, tetapi juga akan
berlanjut secara kontinyu. Selain itu juga disamping bisa mengurangi jumlah
penimbunan sampah diharapkan juga dapat mendatangkan nilai ekonomi bagi para
mahasiswa yang ingin terjun dibidang wirausaha khususnya mahasiswa yang kurang mampu
dalam segi ekonomi. Diharapkan dengan kegiatan tersebut mahasiswa mempunyai
inisiatif sendiri bagaimana cara mengumpulkan sampah tidak hanya di asrama
tetapi juga di tempat-tempat lain disekitar kampus atau bahkan sampai luar
kampus IPB Darmaga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar